Revolusi Hitam Batubara: Minyak dan Gas Mengamuk, Batubara Bangkit dengan Semangat Baru

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Dimulai pada 2 Maret 2026, pemblokiran Selat Hormuz menyebabkan gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern.

Namun, sebagai bahan bakar fosil tertua, batu bara justru menjadi komoditas energi curah dengan harga yang paling stabil: sejak konflik meletus, harganya hanya naik 17% hingga 25%; sementara itu, harga minyak melonjak 50% hingga 85%, dan gas alam cair (LNG) Asia bahkan meroket 143%.

Fenomena ini mengungkap karakteristik struktural mendalam dari pasar batu bara global, yang membuatnya memiliki ketahanan unik ketika jalur penting terputus.

Namun, jika pemblokiran selat terus berlanjut, batu bara yang sekarang “tidak bisa naik lagi” juga harus “mengejar kenaikan”.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan