Baru saja selesai CES 2026, saya masih terpesona dengan cara Jensen Huang "berani" dari NVIDIA kali ini. Alih-alih terus bersaing merilis kartu grafis konsumen seperti tahun-tahun sebelumnya, pria tua ini meluncurkan sebuah "bom" seberat 2,5 ton di panggung — platform komputasi Vera Rubin. Tapi yang menarik bukan beratnya, melainkan strategi di baliknya.



Ada satu poin yang cukup mencolok: NVIDIA biasanya hanya mengubah 1-2 chip setiap generasi, tetapi kali ini mereka mendesain ulang 6 jenis chip sekaligus. Kenapa? Hukum Moore mulai melambat, model AI meningkat 10 kali lipat setiap tahun, jadi tidak ada pilihan selain inovasi seluruh sistem dari CPU, GPU, hingga jaringan.

Tapi hanya berbicara soal angka saja pasti membosankan. Yang penting adalah Vera Rubin mampu menyelesaikan masalah nyata yang sulit. Sebelumnya, setiap node superkomputer membutuhkan 43 kabel, memakan waktu 2 jam untuk perakitan dan mudah salah. Sekarang cukup 6 tabung pendingin cair, 5 menit selesai. Terlihat sederhana, tapi ini sangat efisien.

Mengenai biaya, Vera Rubin hanya membutuhkan seperempat dari jumlah sistem generasi sebelumnya untuk melatih model 100 triliun parameter. Perhitungan token hanya sepertiga dari sebelumnya. Untuk pusat data senilai 50 miliar USD, ini berarti penghematan uang yang sangat besar.

Tapi yang benar-benar menarik perhatian saya adalah cara Jensen Huang berbicara tentang sumber terbuka dan DeepSeek. Dia secara terbuka memuji DeepSeek V1 dan membandingkannya dengan Kimi k2 sebagai model terdepan. Ini menunjukkan bahwa NVIDIA tidak hanya menjual perangkat keras lagi, tetapi juga terlibat dalam seluruh ekosistem AI — dari model sumber terbuka Nemotron hingga aplikasi nyata.

Berbicara tentang aplikasi, bagian AI fisik yang baru adalah yang membuat peluncuran ini berbeda. NVIDIA menampilkan Alpamayo, sistem swakemudi yang mampu melakukan inferensi nyata, tidak hanya mengikuti perintah kode. Mercedes CLA yang dilengkapi teknologi ini akan diluncurkan di AS pada kuartal pertama tahun ini. Desain "tumpukan keamanan ganda" dari NVIDIA memastikan bahwa ketika AI tidak cukup percaya diri, sistem akan beralih ke mode aman tradisional.

Robot juga menjadi bagian besar. Jensen Huang mengundang robot humanoid, robot Boston Dynamics, dan bahkan robot Disney ke panggung. Dia mengatakan satu kalimat yang cukup menarik: "Pabrik adalah robot terbesar." Ide di baliknya adalah di masa depan, desain chip, desain sistem, bahkan simulasi pabrik semuanya akan dipercepat oleh AI fisik.

Secara keseluruhan, CES 2026 dari NVIDIA bukan lagi tentang menjual "sapu" atau kartu grafis. Itu adalah sebuah titik balik — dari fokus pada dunia digital menuju penaklukan dunia fisik. Dan dengan cara Jensen Huang menyampaikan, tampaknya NVIDIA sudah siap untuk pertempuran berikutnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan