Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
MARA Holdings (MARA) Saham; Melonjak 8% Setelah Penjualan Bitcoin $1,1 Miliar Menguatkan Strategi Neraca
TLDRs;
MARA Holdings melonjak sekitar 8% pada perdagangan akhir Kamis, saat investor merespons secara positif strategi restrukturisasi neraca perusahaan yang agresif. Langkah ini menandai salah satu kenaikan harian terkuat di antara rekan-rekan penambang Bitcoin, dengan saham naik ke sekitar $8,71 saat pasar ditutup.
Reli tersebut terjadi setelah perusahaan mengonfirmasi likuidasi Bitcoin skala besar yang ditujukan untuk memperkuat posisi keuangannya dan mengurangi paparan utang jangka panjang. Terlepas dari volatilitas yang lebih luas di pasar kripto, saham MARA mengungguli, yang menandakan kembali menguatnya kepercayaan investor terhadap strategi yang terus berkembang di luar operasi penambangan tradisional.
Dorongan Deleveraging Berkat Penjualan Bitcoin $1,1 Miliar
Katalis utama di balik reli adalah keputusan MARA untuk menjual 15.133 Bitcoin, menghasilkan sekitar $1,1 miliar dalam bentuk pendapatan. Perusahaan telah mengarahkan dana tersebut untuk membeli kembali sekitar $1,0 miliar dalam obligasi konversi yang dijadwalkan jatuh tempo pada tahun 2030 dan 2031.
Marathon Digital Holdings, Inc., MARA
Buyback strategis ini diperkirakan dapat mengurangi beban utang konversi MARA hingga hampir 30%, sekaligus membuka nilai puluhan juta melalui pembelian kembali dengan diskon. Yang penting, langkah ini juga membantu membatasi potensi dilusi saham di masa depan yang terkait dengan konversi utang.
Manajemen membingkai transaksi ini sebagai keputusan alokasi modal yang disengaja, bertujuan meningkatkan stabilitas keuangan selama periode harga kripto yang berfluktuasi. Penjualan Bitcoin dieksekusi pada tingkat pasar yang jauh lebih rendah dibandingkan asumsi penilaian sebelumnya, yang mencerminkan pergeseran pada kebijakan manajemen treasury.
Kekuatan Neraca Menjadi Fokus Utama
Upaya restrukturisasi ini mengikuti tahun finansial yang menantang, di mana MARA mencatat kerugian yang belum direalisasikan secara substansial terkait volatilitas harga Bitcoin. Sebelumnya, perusahaan melaporkan penurunan nilai ratusan juta dolar pada kepemilikan kriptonya, yang berkontribusi pada total kerugian bersih melebihi $1 miliar.
Pada akhir 2025, MARA memiliki lebih dari 53.000 Bitcoin beserta lebih dari setengah miliar dolar dalam cadangan kas. Namun, obligasi konversi yang masih beredar dengan total sekitar $3,3 miliar menimbulkan kekhawatiran di kalangan analis terkait leverage dan fleksibilitas keuangan jangka panjang.
Chief Executive Fred Thiel menggambarkan penjualan Bitcoin sebagai “langkah alokasi modal strategis,” menekankan bahwa tujuan utamanya adalah memperkuat neraca sambil memposisikan perusahaan untuk fase pertumbuhan berikutnya. Keputusan ini menandakan pendekatan treasury yang lebih fleksibel, bergerak menjauh dari akumulasi Bitcoin yang ketat menuju optimisasi modal yang aktif.
Pivot Infrastruktur AI Menambah Narasi Pertumbuhan Baru
Di luar pengurangan utang, MARA semakin memberi sinyal adanya pergeseran strategis menuju infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence). Perusahaan mengoperasikan 18 pusat data dengan kapasitas sekitar 1,9 gigawatt, yang sebagian besar awalnya dibangun untuk penambangan Bitcoin.
Kini, MARA sedang menelusuri konversi beberapa lokasi penambangan menjadi fasilitas komputasi berperforma tinggi yang dirancang untuk beban kerja AI. Pergeseran ini diposisikan sebagai strategi diversifikasi jangka panjang, yang bertujuan menangkap permintaan untuk komputasi skala besar dan aplikasi AI yang intensif energi.
Awal tahun ini, MARA juga mengumumkan usaha patungan dengan Starwood Digital Ventures yang dapat dengan cepat memperluas jejak pusat datanya hingga 2,5 gigawatt. Namun, perusahaan belum mengungkapkan adanya penyewa AI hyperscale yang terkonfirmasi, sehingga risiko eksekusi menjadi perhatian utama bagi investor.