Satu-satunya negara netral di Asia Tengah: Turkmenistan mengumumkan bahwa penambangan dan perdagangan cryptocurrency adalah legal, apa maknanya di balik itu?
Turkmenistan merayakan Tahun Baru dengan melegalkan penambangan dan perdagangan kripto, menerapkan sistem izin yang diatur oleh bank sentral, tidak mengakui status pembayaran, dan beralih ke kebijakan menarik investasi asing melalui keunggulan energi serta mengendalikan risiko keuangan.
Turkmenistan adalah satu-satunya negara netral di Asia Tengah, yang secara resmi melegalkan aktivitas penambangan dan perdagangan mata uang kripto mulai Tahun Baru, membangun sistem izin yang diawasi oleh bank sentral. Kebijakan ini menandakan perubahan besar dalam kebijakan ekonomi nasional Turkmenistan. Menurut laporan terbaru, undang-undang ini memasukkan aset virtual ke dalam kategori hukum sipil, memungkinkan perusahaan dan individu yang terdaftar dan disetujui untuk berpartisipasi dalam penambangan dan perdagangan kripto, tetapi tetap tidak mengakui mata uang kripto sebagai alat pembayaran, mata uang resmi, atau sekuritas. Selain itu, jaringan dan aliran informasi domestik masih sangat dikendalikan oleh pemerintah. Mengapa Turkmenistan secara bertahap membuka diri terhadap penambangan dan perdagangan kripto? Berikut analisisnya.
Hubungan Sumber Daya Energi dan Biaya Penambangan di Turkmenistan
Turkmenistan memiliki sumber daya gas alam yang melimpah, dan kapasitas pembangkit listriknya sering melebihi konsumsi domestik. Penambangan kripto adalah aktivitas yang membutuhkan energi tinggi, tetapi jika direncanakan dengan baik, kelebihan energi dapat dimanfaatkan untuk ekonomi penambangan. Negara-negara lain yang kaya energi secara global (seperti Kazakhstan) juga pernah menarik banyak penambang yang mencari sumber listrik berbiaya rendah. Bagi Turkmenistan, dengan melonggarkan kebijakan, energi yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan secara rasional, mengubah biaya energi menjadi keuntungan ekonomi. Ini adalah strategi diversifikasi yang layak bagi ekonomi yang bergantung pada ekspor gas alam.
Pembukaan Penambangan Dapat Menarik Investasi Asing
Ekonomi Turkmenistan sangat bergantung pada ekspor gas alam, terutama ke China, sehingga struktur ekonominya relatif tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, industri kripto global berkembang pesat, dan aset digital serta industri pertambangan menjadi bidang baru yang mampu menarik investasi asing dan teknologi. Oleh karena itu, memperkenalkan kerangka hukum dan pengawasan yang sah tidak hanya menanggapi tren global, tetapi juga dapat menjadi cara untuk menarik investasi asing dan meningkatkan standar teknologi melalui industri yang baru muncul ini.
Negara yang Tertutup Mencari Peran Lebih Besar di Panggung Global
Meskipun Turkmenistan tetap mengendalikan jaringan dan aliran informasi, legalisasi penambangan dan perdagangan menunjukkan sikap terbuka tertentu. Ini merupakan langkah untuk menyesuaikan diri dengan regulasi aset digital internasional dan mungkin juga merupakan upaya pemerintah untuk secara bertahap memasuki sistem keuangan digital global sambil mempertahankan kendali politik. Misalnya, pengenalan kebijakan visa elektronik juga merupakan bagian dari tren ini, bertujuan meningkatkan mobilitas tenaga kerja asing dan kemudahan investasi.
Turkmenistan mengambil pendekatan ketat dalam melegalkan dengan pengawasan ketat dan tidak mengakui kripto sebagai alat pembayaran. Hal ini mencerminkan bahwa pemerintah tetap berusaha mengendalikan sistem keuangan dan kedaulatan mata uang, menghindari risiko yang mungkin timbul dari fluktuasi tinggi dan risiko lain yang terkait dengan mata uang kripto. Volatilitas dan risiko tinggi dari kripto di negara lain juga mungkin mendorong pemerintahnya untuk mengadopsi kerangka hukum yang lebih hati-hati, bukan liberalisasi penuh.
Mengapa Negara Tertutup Berpendapat bahwa Membuka Penambangan Dapat Mendorong Ekonomi?
Mengapa Turkmenistan membuka penambangan? Penulis berpendapat berdasarkan beberapa poin berikut.
Keunggulan energi dan dorongan biaya: kekayaan energi dan biaya penambangan yang rendah memungkinkan negara tertutup mengubah keunggulan sumber daya menjadi keuntungan ekonomi.
Tekanan ekonomi: struktur ekonomi yang bergantung pada satu ekspor membutuhkan industri baru untuk mendukung pertumbuhan dan menarik investasi asing.
Pertimbangan ekonomi kompetisi global: meskipun politik tertutup, tetap secara sadar berusaha mendapatkan posisi di bidang ekonomi teknologi baru.
Pembukaan secara bertahap di bawah pengendalian risiko: legalisasi tidak sama dengan liberalisasi, kerangka pengendalian dapat mengurangi risiko keuangan dan aliran modal keluar.
Perubahan kebijakan Turkmenistan mencerminkan strategi pragmatis dalam menjaga sistem politik dan pengendalian informasi yang ketat, sambil memaksimalkan keunggulan energi dan membuka ruang ekonomi baru. Mengintegrasikan penambangan dan perdagangan kripto ke dalam kerangka pengawasan bukanlah liberalisasi penuh pasar, melainkan upaya terkendali untuk memperkenalkan industri baru yang berpotensi memberi manfaat eksternal tanpa mengorbankan kedaulatan nasional. Pilihan ini menyoroti jalan hidup negara kecil di tengah tekanan pertumbuhan ekonomi dan lingkungan internasional yang keras.
Artikel ini disadur dengan izin dari:《链新闻》
Judul asli:《中亚唯一中立国「土库曼斯坦」合法化加密货币挖矿与交易的背后意涵?》
Penulis asli:DW
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Satu-satunya negara netral di Asia Tengah: Turkmenistan mengumumkan bahwa penambangan dan perdagangan cryptocurrency adalah legal, apa maknanya di balik itu?
Turkmenistan merayakan Tahun Baru dengan melegalkan penambangan dan perdagangan kripto, menerapkan sistem izin yang diatur oleh bank sentral, tidak mengakui status pembayaran, dan beralih ke kebijakan menarik investasi asing melalui keunggulan energi serta mengendalikan risiko keuangan.
Turkmenistan adalah satu-satunya negara netral di Asia Tengah, yang secara resmi melegalkan aktivitas penambangan dan perdagangan mata uang kripto mulai Tahun Baru, membangun sistem izin yang diawasi oleh bank sentral. Kebijakan ini menandakan perubahan besar dalam kebijakan ekonomi nasional Turkmenistan. Menurut laporan terbaru, undang-undang ini memasukkan aset virtual ke dalam kategori hukum sipil, memungkinkan perusahaan dan individu yang terdaftar dan disetujui untuk berpartisipasi dalam penambangan dan perdagangan kripto, tetapi tetap tidak mengakui mata uang kripto sebagai alat pembayaran, mata uang resmi, atau sekuritas. Selain itu, jaringan dan aliran informasi domestik masih sangat dikendalikan oleh pemerintah. Mengapa Turkmenistan secara bertahap membuka diri terhadap penambangan dan perdagangan kripto? Berikut analisisnya.
Hubungan Sumber Daya Energi dan Biaya Penambangan di Turkmenistan
Turkmenistan memiliki sumber daya gas alam yang melimpah, dan kapasitas pembangkit listriknya sering melebihi konsumsi domestik. Penambangan kripto adalah aktivitas yang membutuhkan energi tinggi, tetapi jika direncanakan dengan baik, kelebihan energi dapat dimanfaatkan untuk ekonomi penambangan. Negara-negara lain yang kaya energi secara global (seperti Kazakhstan) juga pernah menarik banyak penambang yang mencari sumber listrik berbiaya rendah. Bagi Turkmenistan, dengan melonggarkan kebijakan, energi yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan secara rasional, mengubah biaya energi menjadi keuntungan ekonomi. Ini adalah strategi diversifikasi yang layak bagi ekonomi yang bergantung pada ekspor gas alam.
Pembukaan Penambangan Dapat Menarik Investasi Asing
Ekonomi Turkmenistan sangat bergantung pada ekspor gas alam, terutama ke China, sehingga struktur ekonominya relatif tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, industri kripto global berkembang pesat, dan aset digital serta industri pertambangan menjadi bidang baru yang mampu menarik investasi asing dan teknologi. Oleh karena itu, memperkenalkan kerangka hukum dan pengawasan yang sah tidak hanya menanggapi tren global, tetapi juga dapat menjadi cara untuk menarik investasi asing dan meningkatkan standar teknologi melalui industri yang baru muncul ini.
Negara yang Tertutup Mencari Peran Lebih Besar di Panggung Global
Meskipun Turkmenistan tetap mengendalikan jaringan dan aliran informasi, legalisasi penambangan dan perdagangan menunjukkan sikap terbuka tertentu. Ini merupakan langkah untuk menyesuaikan diri dengan regulasi aset digital internasional dan mungkin juga merupakan upaya pemerintah untuk secara bertahap memasuki sistem keuangan digital global sambil mempertahankan kendali politik. Misalnya, pengenalan kebijakan visa elektronik juga merupakan bagian dari tren ini, bertujuan meningkatkan mobilitas tenaga kerja asing dan kemudahan investasi.
Turkmenistan mengambil pendekatan ketat dalam melegalkan dengan pengawasan ketat dan tidak mengakui kripto sebagai alat pembayaran. Hal ini mencerminkan bahwa pemerintah tetap berusaha mengendalikan sistem keuangan dan kedaulatan mata uang, menghindari risiko yang mungkin timbul dari fluktuasi tinggi dan risiko lain yang terkait dengan mata uang kripto. Volatilitas dan risiko tinggi dari kripto di negara lain juga mungkin mendorong pemerintahnya untuk mengadopsi kerangka hukum yang lebih hati-hati, bukan liberalisasi penuh.
Mengapa Negara Tertutup Berpendapat bahwa Membuka Penambangan Dapat Mendorong Ekonomi?
Mengapa Turkmenistan membuka penambangan? Penulis berpendapat berdasarkan beberapa poin berikut.
Perubahan kebijakan Turkmenistan mencerminkan strategi pragmatis dalam menjaga sistem politik dan pengendalian informasi yang ketat, sambil memaksimalkan keunggulan energi dan membuka ruang ekonomi baru. Mengintegrasikan penambangan dan perdagangan kripto ke dalam kerangka pengawasan bukanlah liberalisasi penuh pasar, melainkan upaya terkendali untuk memperkenalkan industri baru yang berpotensi memberi manfaat eksternal tanpa mengorbankan kedaulatan nasional. Pilihan ini menyoroti jalan hidup negara kecil di tengah tekanan pertumbuhan ekonomi dan lingkungan internasional yang keras.