Dalam latar belakang ketegangan geopolitik global, termasuk beberapa bank investasi dan perusahaan pengelola aset internasional seperti UBS dan Goldman Sachs baru-baru ini secara bersamaan menaikkan perkiraan harga emas tahun 2026, dengan perkiraan tercepat akan mencapai 5.000 dolar AS per ons pada bulan Maret tahun ini. Analisis menunjukkan bahwa kenaikan ini tidak hanya mencerminkan tekanan fiskal dari berbagai negara, tetapi juga ketidakstabilan situasi politik dan ekonomi saat ini.
Harga emas tahun 2026 akan terus naik? Apa alasan UBS?
The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa UBS Wealth Management (UBS Wealth Management) menyatakan bahwa emas akan tetap menjadi pendorong utama kenaikan nilai logam mulia pada tahun 2026.
Para analis memperkirakan bahwa harga emas akan naik hingga sekitar 5.000 dolar AS per ons pada akhir kuartal pertama, dan tingkat ini akan dipertahankan hingga musim gugur. Hingga akhir tahun 2026, harga emas diperkirakan akan sedikit menurun menjadi sekitar 4.800 dolar AS per ons:
Perkiraan ini didasarkan pada tren kenaikan yang berkelanjutan dan reaksi yang kuat terhadap ketegangan geopolitik terkini, termasuk tindakan militer Amerika terhadap Presiden Venezuela, ketegangan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat, serta defisit fiskal yang tinggi.
Dia menambahkan, “Hal lain seperti mendekatnya pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat juga dapat sementara mendorong harga emas ke 5.500 dolar AS.”
The Wall Street Journal tetap optimis: emas bisa mencapai 5.000 dolar AS pada akhir kuartal pertama
Selain UBS, bank-bank besar lainnya seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase juga secara bersamaan menaikkan perkiraan harga emas. Sebagian besar lembaga menetapkan kisaran target dasar tahun 2026 antara 4.600 hingga 5.000 dolar AS per ons, dengan skenario optimis bahkan mencapai 5.200 hingga 5.500 dolar AS.
Sumber: Discovery Alert
Perbedaan utama antar lembaga mencerminkan penilaian yang berbeda terhadap laju penurunan suku bunga dan risiko geopolitik, tetapi secara keseluruhan, prospek kenaikan harga emas jangka menengah hingga panjang semakin menjadi konsensus pasar, bukan hanya asumsi dari satu lembaga saja.
(Laporan Prospek Tahun 2026 Bloomberg: Pasar saham AS terus naik, emas mencapai 5000 )
Mengapa harga emas terus naik? Defisit fiskal dan risiko geopolitik menjadi kunci
Para analis menunjukkan bahwa ada dua faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas dari tahun lalu hingga saat ini. Pertama, adalah “perluasan defisit fiskal dan peningkatan inflasi” di Amerika Serikat dan negara ekonomi utama lainnya, serta biaya kepemilikan yang menurun akibat suku bunga riil yang berkepanjangan rendah, dan bank sentral di berbagai negara yang meningkatkan cadangan emas untuk mengurangi risiko valuta asing dan sanksi.
Dalam alasan tersebut, emas dimasukkan ke dalam kerangka alokasi aset jangka menengah hingga panjang sebagai lindung nilai terhadap risiko mata uang dan utang.
Selain itu, risiko geopolitik yang sulit diukur secara akurat oleh model penetapan harga juga menjadi faktor utama. Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa selama konflik militer, perang dagang, atau ketidakstabilan politik besar, pasar logam mulia sering mengalami premi perlindungan risiko sebesar 15% hingga 25%, bahkan dalam situasi ekstrem bisa mencapai 40%.
Seiring ketegangan politik dan ekonomi internasional serta hubungan perdagangan yang tegang, bank sentral dan dana kekayaan negara cenderung melakukan penempatan awal emas, mendorong permintaan emas meningkat.
(Peran kunci yang sebenarnya mendorong kenaikan harga emas 2025 adalah dia!)
Peringatan risiko di balik prospek cerah: Volatilitas tetap menjadi norma
Meskipun secara umum optimis, para analis juga mengingatkan bahwa logam mulia tetap merupakan aset dengan volatilitas tinggi. Data inflasi jangka pendek, perubahan ekspektasi suku bunga, atau penurunan ketegangan geopolitik dapat memicu koreksi harga atau fluktuasi, sehingga disarankan untuk melakukan diversifikasi dalam portofolio investasi.
Dalam lingkungan global yang penuh utang, suku bunga rendah, dan ketidakpastian politik-ekonomi, emas tahun 2026 kemungkinan akan terus memainkan peran kunci sebagai aset perlindungan risiko.
Artikel ini pertama kali muncul di Chain News ABMedia dengan judul: Mengapa bank investasi secara kolektif optimis terhadap harga emas yang diperkirakan mencapai 5.000 dolar AS pada bulan Maret?