Trump menandai Kevin Warsh sebagai pilihan utama Ketua Fed saat Bessent menyerukan pergeseran pro-pertumbuhan dalam kebijakan moneter AS.
Presiden Donald Trump menandai Kevin Warsh sebagai pilihan utamanya untuk Ketua Federal Reserve berikutnya.
Pada saat yang sama, Menteri Keuangan Scott Bessent mendukung pergeseran menuju kebijakan moneter yang lebih fleksibel dan pro-pertumbuhan. Perkembangan ini memicu diskusi baru tentang arah kebijakan suku bunga dan strategi ekonomi AS di masa depan.
Kevin Warsh, mantan anggota Dewan Federal Reserve selama krisis keuangan, semakin mendapatkan perhatian di pasar prediksi. Namanya semakin sering muncul setelah pernyataan terbaru Presiden Trump tentang kepemimpinan bank sentral.
Trump sebelumnya menyatakan kekhawatirannya tentang suku bunga yang tinggi dan mengkritik Federal Reserve karena memperlambat pertumbuhan.
Pandangan ini sejalan dengan pendekatan Warsh yang lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, meskipun Warsh belum membuat pernyataan publik tentang potensi pemotongan suku bunga di masa depan.
Yang menarik, Kevin Warsh muncul sebagai kandidat terdepan untuk posisi Ketua Fed, karena secara umum dianggap sebagai yang paling hawkish di antara empat kandidat teratas, termasuk Jerome Powell.
Menakjubkan bahwa Kevin Warsh sekarang menjadi kandidat terdepan untuk menjadi Ketua Fed yang baru, karena di antara empat kandidat teratas, plus Powell, dia secara luas dianggap yang paling hawkish. Dari Grok: https://t.co/degwBDYMUv pic.twitter.com/Om0gErO5mN
— Gary Black (@garyblack00) 16 Januari 2026
Keputusan Presiden untuk mempertahankan Penasihat Ekonomi Kevin Hassett dalam peran saat ini semakin menempatkan Warsh sebagai kandidat utama.
Hassett sebelumnya dipertimbangkan untuk posisi tersebut, tetapi pengumuman terbaru Trump mengalihkan ekspektasi dari dia.
Menteri Keuangan Scott Bessent baru-baru ini berbagi pandangannya tentang sikap saat ini dari Federal Reserve. Dalam wawancara dengan Fox Business, dia menggambarkan kebijakan moneter bank sentral sebagai “terlalu ketat” mengingat kekuatan ekonomi AS.
Bessent menjelaskan bahwa ekspansi ekonomi, terutama yang didorong oleh produktivitas dan inovasi, tidak selalu menyebabkan inflasi. Dia menyatakan,
“Hanya karena ekonomi sedang berkembang tidak berarti akan terjadi overheating atau inflasi.”
Dia juga menunjuk ke era 1990-an di bawah kepemimpinan Alan Greenspan sebagai contoh bagaimana Fed dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang. Greenspan menunggu data lengkap sebelum bereaksi, yang memungkinkan ekonomi tumbuh tanpa kenaikan suku bunga secara langsung.
Baca Juga: Pejabat Trump yang Ramah Crypto Muncul sebagai Kandidat Utama untuk Ketua Fed
Pelaku pasar secara ketat memantau bagaimana kemungkinan pergantian kepemimpinan dapat mempengaruhi kebijakan moneter di masa depan. Bessent berpendapat bahwa Fed perlu menjelaskan keputusannya secara jelas untuk membangun kepercayaan di antara investor.
Dia juga mencatat bahwa pendekatan yang fleksibel diperlukan dalam lingkungan ekonomi saat ini, terutama karena produktivitas dan efisiensi modal meningkat. Menurut Bessent, Fed harus menghindari pengetatan otomatis dan sebaiknya merespons tren ekonomi yang lebih luas.
Perkembangan ini menciptakan fokus baru pada bagaimana Federal Reserve mungkin menyesuaikan strateginya di tahun 2026. Dengan meningkatnya visibilitas Warsh dan dukungan Bessent untuk pendekatan berbasis pertumbuhan, ekspektasi mulai bergeser di pasar keuangan.