Aryam yang didukung UAE Membeli 49% dari World Liberty Financial sebelum $500M Pelantikan Trump

CryptoNewsLand
WLFI-5,89%
  • UAE didukung Aryam diam-diam membeli 49% dari World Liberty Financial seharga $500 juta beberapa hari sebelum pelantikan Trump.

  • Kesepakatan yang tidak diungkapkan tersebut mengirimkan dana besar ke entitas yang terkait dengan Trump dan mengubah kepemilikan setelah penandatanganan Januari.

  • Waktu tersebut sesuai dengan pergeseran hubungan AS-UAE saat Abu Dhabi mendorong lebih dalam ke strategi kripto dan teknologi.

Sebuah kendaraan investasi yang didukung UAE diam-diam mengakuisisi 49% dari World Liberty Financial seharga $500 juta. Kesepakatan tersebut ditutup beberapa hari sebelum pelantikan presiden Donald Trump. Menurut The Wall Street Journal, transaksi tersebut tetap tidak diungkapkan saat itu. Waktu tersebut menempatkan kesepakatan selama masa transisi politik yang sensitif. Akibatnya, pembelian ini kemudian menarik perhatian dari pembuat kebijakan dan pengamat pasar.

🚨 BERITA TERKINI: Aryam Investment yang didukung UAE diam-diam membeli 49% dari World Liberty Financial seharga $500M tepat sebelum pelantikan Trump.

Kesepakatan ditandatangani oleh Eric Trump, tidak pernah diungkapkan secara publik.

Dilaporkan $187M dialirkan ke entitas keluarga Trump. pic.twitter.com/gUbMiwOd8N

— Reality On Chain (@RealityOnChain) 1 Februari 2026

Aryam Investment 1 menyelesaikan kesepakatan tersebut pada Januari 2025. Entitas ini beroperasi dengan dukungan dari Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan. Dia menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Uni Emirat Arab. Kesepakatan ini menjadikan Aryam sebagai pemegang saham eksternal terbesar di startup kripto tersebut. Sementara itu, World Liberty kemudian melaporkan penurunan tajam dalam kepemilikan keluarga Trump.

Transaksi ini muncul melalui laporan media daripada pengungkapan perusahaan. World Liberty tidak mengumumkan kesepakatan tersebut secara publik. Sebaliknya, rincian muncul beberapa bulan kemudian melalui dokumen dan sumber. Akibatnya, kesepakatan ini menimbulkan pertanyaan tentang waktu dan transparansi. Namun, pihak yang terlibat membantah adanya pengaruh kebijakan.

Struktur Pembayaran dan Perubahan Kepemilikan

Kesepakatan menilai 49% saham tersebut sebesar $500 juta. Aryam membayar setengah dari jumlah tersebut di awal saat penandatanganan. Oleh karena itu, entitas yang dikendalikan keluarga Trump menerima sekitar $187 juta. Puluhan juta dolar tambahan mengalir ke entitas yang terkait dengan pendiri bersama perusahaan. Entitas-entitas ini dilaporkan termasuk kerabat dari utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.

Eric Trump menandatangani kesepakatan atas nama World Liberty Financial. Meski terlibat, perusahaan menjaga kerahasiaan kesepakatan tersebut. Pengungkapan kepemilikan baru muncul kemudian melalui pengajuan terpisah. Akibatnya, publik mengetahui tentang transaksi ini setelah Trump menjabat. Penundaan ini memperkuat pengawasan terhadap praktik tata kelola dan pengungkapan.

World Liberty kemudian mengakui adanya perubahan dalam struktur kepemilikannya. Kepemilikan keluarga Trump menurun tajam setelah transaksi. Aryam mendapatkan pengaruh signifikan melalui kepemilikan hampir separuh tersebut. Sementara itu, startup tersebut melanjutkan operasinya tanpa komentar publik tentang kesepakatan ini. Keheningan ini bertahan selama bulan-bulan awal pemerintahan baru.

Konteks Kebijakan dan Peningkatan Pengawasan

Waktu tersebut sesuai dengan peningkatan hubungan AS-UAE di bawah pemerintahan Trump. Sheikh Tahnoon memimpin upaya ekspansi kecerdasan buatan di Abu Dhabi. Dia sebelumnya mencari akses ke chip AI canggih buatan AS. Di bawah pemerintahan sebelumnya, pejabat AS membatasi upaya tersebut. Mereka mengutip kekhawatiran tentang paparan teknologi melalui perusahaan tertentu. Selain itu, pejabat kripto Gedung Putih dan pejabat UAE bertemu untuk menjajaki peluang di bidang AI dan mata uang digital tahun lalu.

Penggunaan Stablecoin dan Pengawasan Politik

Setelah kemenangan Trump, lingkungan kebijakan berubah. Tahnoon beberapa kali bertemu dengan Trump dan pejabat senior AS. Tak lama kemudian, AS berkomitmen memberikan akses chip yang lebih luas ke UAE. Pada saat yang sama, eksekutif dari perusahaan terkait UAE, G42, membantu mengelola Aryam Investment 1. Mereka juga menduduki kursi dewan di World Liberty Financial.

Secara terpisah, pengawasan terhadap World Liberty terus meningkat. Senator Demokrat sebelumnya mendesak agensi AS untuk menyelidiki penjualan tokennya. Mereka mengutip dugaan pembelian yang terkait dengan aktor asing yang dikenai sanksi. Selain itu, struktur kepemilikan ini mengarahkan sebagian besar pendapatan token ke entitas yang terkait dengan Trump. Para pembuat kebijakan berargumen bahwa struktur ini menciptakan potensi konflik kepentingan.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar