Custodia Gagal Lagi dalam Upaya Mendapatkan Akun Utama Federal Reserve, Pengadilan Pertahankan Diskresi Fed; Kraken Lebih Dulu Mendapatkan Izin Membuka Jalan, Jalur Integrasi Bank Aset Digital Muncul.
Bank kripto Amerika Custodia Bank kembali mengalami pukulan besar dalam perjuangannya untuk mendapatkan akun utama Federal Reserve (Fed). Pengadilan Banding Putar 10 Amerika Serikat pada 13 Maret 2026 secara resmi menolak permohonan Custodia agar seluruh hakim mengulas kembali putusan sebelumnya dengan suara 7 berbanding 3.
Keputusan ini mempertahankan putusan bulan Oktober 2025, ketika panel pengadilan banding memutuskan bahwa berdasarkan hukum yang berlaku, Reserve Bank Fed memiliki diskresi administratif dalam pemberian akun utama. Sejak mengajukan permohonan pada Oktober 2020, Custodia yang didirikan oleh veteran Wall Street Caitlin Long berjuang untuk mendapatkan akses langsung ke sistem pembayaran Fed.
Sumber gambar: Cowboy State Daily, CEO dan Pendiri Custodia Caitlin Long
Namun, Federal Reserve pada Januari 2023 secara resmi menolak permohonan tersebut dengan alasan bahwa model bisnis kripto bank tersebut mengandung risiko keamanan dan stabilitas. Custodia kemudian mengajukan gugatan, berargumen bahwa berdasarkan Monetary Control Act tahun 1980, semua lembaga simpanan yang memenuhi syarat secara hukum berhak mendapatkan akun utama, tetapi pandangan hukum ini hingga kini belum diakui pengadilan.
Meskipun pengadilan akhirnya menolak permohonan Custodia, perbedaan pendapat internal cukup jelas, mencerminkan kekhawatiran mendalam di kalangan hukum terhadap batas kekuasaan lembaga pengatur. Di antara tiga hakim yang mendukung peninjauan kembali, Hakim Timothy Tymkovich menulis pendapat keberatan yang kuat, menyatakan bahwa akun utama sangat penting bagi operasi harian bank modern.
Dia memperingatkan bahwa penolakan Fed untuk memberikan akun utama kepada bank sama dengan menjatuhkan “hukuman mati”, karena hal ini akan membuat bank tersebut tidak mampu beroperasi secara independen dalam sistem keuangan modern.
Tymkovich menunjukkan bahwa jika Reserve Bank diberi wewenang diskresi tanpa pengawasan yudisial terhadap akun utama, hal ini bisa melanggar ketentuan terkait kekuasaan eksekutif dalam Article II Konstitusi AS, serta mengancam sistem perbankan ganda (Dual Banking System) yang telah lama ada. Ia menegaskan bahwa putusan ini secara faktual memberi Fed kekuasaan untuk menolak perizinan bank oleh pemerintah negara bagian, yang memiliki dampak luas dan berpotensi mengganggu kerangka pengawasan keuangan secara keseluruhan.
Di saat Custodia mengalami kekalahan di pengadilan, raksasa industri kripto lainnya, Kraken, justru meraih kemajuan signifikan. Kraken Financial, bank yang berbasis di Wyoming, pada 4 Maret 2026 mendapatkan akun utama dari Federal Reserve Bank Kansas City, menjadi perusahaan kripto murni pertama yang memperoleh izin ini.
Persetujuan ini memungkinkan Kraken terhubung langsung ke jalur pembayaran utama Fedwire dan sistem pembayaran inti Fed lainnya, sehingga dapat menyediakan layanan transfer dan penyelesaian dolar AS secara real-time untuk klien institusional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bank perantara. Akun yang diperoleh Kraken memiliki fitur batas tertentu dan saat ini belum memiliki hak penuh seperti bank komersial tradisional.
Custodia menyatakan pengakuan terhadap perkembangan ini, menyoroti bahwa kedua perusahaan sama-sama mengajukan permohonan pada akhir 2020. Kemajuan Kraken menunjukkan adanya perbedaan halus dalam standar penilaian regulator. Perkembangan ini juga menandai bahwa aset digital secara bertahap mulai terintegrasi ke dalam sistem keuangan konvensional.
Baca Juga
Kasus Pertama di Industri Kripto! Kraken Mendapatkan Akun Utama Fed, Bank Tradisional Resisten Keras
Seiring berjalannya perdebatan hukum, internal Federal Reserve mulai mengeksplorasi kerangka pengelolaan baru. Direktur Federal Reserve Christopher Waller pernah mengusulkan konsep “Skinny Master Account” pada 2025, yang bertujuan menyediakan akses jalur pembayaran bagi lembaga non-keuangan yang memenuhi syarat, tanpa fitur tradisional seperti fasilitas diskonto atau bunga cadangan.
Analisis pasar menunjukkan bahwa Komite Federal Reserve saat ini sedang aktif mengembangkan kerangka ini, yang berpotensi menjadi jalur bagi perusahaan kripto untuk secara patuh mengakses sistem bank sentral di masa depan. Bagi Custodia, satu-satunya jalan hukum tersisa adalah mengajukan permohonan certiorari ke Mahkamah Agung AS. Meskipun ini jalan yang sangat menantang, dengan keraguan konstitusional dan dukungan dari para pakar hukum, kasus ini tetap memiliki bobot hukum tertentu.
Sambil menunggu keputusan akhir hukum, Custodia terus mengembangkan bisnis dalam batas-batas kepatuhan, dan telah bekerja sama dengan bank konvensional Vantage Bank untuk meluncurkan stablecoin Avit, menunjukkan ketahanan operasionalnya dalam lingkungan yang penuh gejolak.
Isi artikel ini disusun oleh Agen Kripto dari berbagai sumber, melalui proses review dan editing oleh “Kota Kripto”. Saat ini masih dalam tahap pelatihan, mungkin terdapat kekeliruan logika atau kesalahan informasi. Isi hanya untuk referensi, jangan dijadikan saran investasi.