Parlemen Kamboja meloloskan undang-undang yang menargetkan senyawa yang digunakan untuk menipu korban melalui penipuan, termasuk yang melibatkan cryptocurrency.
Dalam pemberitahuan hari Jumat, Senat Kingdom of Cambodia mengumumkan bahwa sidang tersebut menyetujui rancangan undang-undang itu secara bulat tanpa amandemen, dengan 58 senator memberikan suara ya. Menurut laporan, rancangan RUU itu, yang masih perlu persetujuan raja sebelum menjadi undang-undang, menetapkan masa penjara antara dua hingga lima tahun dan hingga $125.000 dalam denda untuk kejahatan tertentu, atau dua kali masa penjara dan hukuman bila bagian dari sebuah geng atau menargetkan banyak korban.
“Rancangan undang-undang ini menetapkan pembentukan aturan pidana untuk menutup celah dan kekurangan dalam undang-undang yang berlaku saat ini, yang akan berkontribusi secara signifikan dalam mengatasi tantangan yang menimbulkan risiko serius terhadap keamanan sosial, ekonomi, dan warga, termasuk memengaruhi reputasi Kamboja, serta meningkatkan efektivitas upaya melawan penipuan melalui sistem teknologi, dengan tujuan untuk berkontribusi pada pemeliharaan dan perlindungan keamanan serta ketertiban publik, dan meningkatkan efektivitas kerja sama dalam memerangi kejahatan ini,” demikian bunyi terjemahan dari pemberitahuan Senat hari Jumat terkait RUU tersebut.
Pemberitahuan hari Jumat yang mengumumkan disahkannya RUU kripto. Sumber: Senat Kingdom of Cambodia
Menurut laporan 2025 dari the US State Department, pemerintah Kamboja “sering meremehkan kasus operasi penipuan sebagai sengketa ketenagakerjaan,” dan tidak pernah melakukan penangkapan atau penuntutan terhadap pemilik atau operator mana pun dari senyawa penipuan yang diduga. Operasi Kamboja hanyalah sebagian dari banyak operasi lain di berbagai wilayah Asia Tenggara, tempat senyawa diduga menjadi sumber kerja paksa.
**Terkait: **__UK sanctions $20B scam market by cutting ‘legitimate’ crypto ties
Pengesahan RUU tersebut terjadi setelah otoritas Inggris memberikan sanksi kepada para operator pusat penipuan berbasis di Kamboja, dan negara itu mengekstradisi ke China pemimpin sebuah sindikat kriminal yang diduga terkait dengan senyawa penipuan. Cambodia’s national assembly mengajukan RUU tersebut pada 30 Maret, dengan seluruh 112 anggotanya memberikan suara setuju.
Menurut laporan UN News 2024 yang menelusuri sebuah senyawa di Philippines, pusat-pusat penipuan seperti yang menjadi sasaran dalam RUU Kamboja adalah proyek berskala besar, dengan fasilitas yang dirancang agar para penghuni tidak perlu pernah pergi. Meski banyak pekerja bertanggung jawab untuk menjalankan penipuan, mereka juga “diperdagangkan ke sini, ditahan melawan kehendak mereka” dan “dihadapkan pada kekerasan” di dalam senyawa.
“Orang-orang yang bekerja di sini pada dasarnya dipagari dari dunia luar,” kata laporan tersebut. “Semua kebutuhan harian mereka dipenuhi. Ada restoran, asrama, toko cukur, dan bahkan bar karaoke. Jadi, orang-orang sebenarnya tidak perlu pergi dan bisa tinggal di sini selama berbulan-bulan.”
**Majalah: **__Your guide to surviving this mini-crypto winter
Cointelegraph berkomitmen pada jurnalisme independen dan transparan. Artikel berita ini diproduksi sesuai dengan Kebijakan Editorial Cointelegraph dan bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Para pembaca didorong untuk memverifikasi informasi secara mandiri. Baca Kebijakan Editorial kami https://cointelegraph.com/editorial-policy